Polrestagorontalokota.com – Pemandangan yang memilukan terjadi di salah satu rumah warga di Jalan Tribrata, RT 01 RW 03, Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. Seorang pria paruh baya ditemukan terbaring lemah dalam kondisi sakit parah dan hidup sebatang kara di tengah kondisi rumah yang tidak layak huni.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, aparat gabungan yang terdiri dari Kapolsek Kota Timur Iptu Juneidy Arter Andasia, S.H., Lurah Ipilo Ariyanto Akudje, SIP, Bhabinkamtibmas Kelurahan Ipilo Aipda Rommy Paera, Ketua RW 03, dan tim medis dari Puskesmas Kota Timur, mendatangi lokasi pada Kamis (23/10/2025) sekitar pukul 10.00 WITA.
Sasaran kunjungan adalah Muhamad Rusli Patkun, seorang pria berusia 46 tahun. Saat petugas tiba, Lk. Rusli ditemukan dalam kondisi sangat lemah, hanya bisa terbaring di dalam rumahnya yang dipenuhi sampah.
Menurut keterangan Ketua RW 03 setempat, kondisi Lk. Rusli sudah memprihatinkan selama dua minggu terakhir.
“Menurut laporan yang kami terima, Lk. Rusli sudah terbaring sakit selama dua minggu. Yang lebih memprihatinkan, saat kami masuk, di dalam rumah sudah tercium bau yang menyengat diakibatkan sampah yang berserakan di dalam rumah,” ungkap Iptu Juneidy Arter Andasia mengutip keterangan saksi di lokasi.
Tim medis dari Puskesmas Kota Timur yang turut hadir segera melakukan pemeriksaan kesehatan awal terhadap Lk. Rusli.
“Pihak Puskesmas telah melakukan pemeriksaan dan menyampaikan bahwa Lk. Rusli disarankan agar segera dibawa ke rumah sakit untuk pemulihan kesehatannya. Lingkungan tempat tinggalnya juga harus segera dibersihkan total karena sudah tidak layak lagi ditinggali,” lanjut Kapolsek.
Kondisi tragis yang dialami Lk. Rusli diduga kuat akibat penelantaran dari pihak keluarga. Lurah Ipilo, Ariyanto Akudje, SIP, membenarkan bahwa pihak kelurahan telah berusaha menghubungi keluarga yang bersangkutan, namun tidak mendapat respons positif.
“Kami dari pihak kelurahan sudah menghubungi keluarga Lk. Rusli untuk memohon agar mereka bersedia merawatnya. Akan tetapi, pihak keluarga terkesan sudah tidak peduli lagi dan acuh tak acuh atas keadaannya,” jelas Ariyanto.
Selama ini, Lk. Rusli diketahui bertahan hidup hanya dari belas kasihan para tetangga yang sering memberinya makanan.
Tindakan aparat gabungan ini merupakan wujud respons cepat dan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan uluran tangan. Saat ini, pihak kelurahan dan Polsek Kota Timur sedang berkoordinasi untuk langkah lebih lanjut, termasuk proses evakuasi Lk. Rusli ke fasilitas kesehatan.

