Polresta Gorontalo Kota Gelar Lat Pra Ops Patuh Otanaha 2026: Kapolresta Tekankan Penindakan Humanis, Terukur, dan Restoratif

polrestagorontalokota.com – Guna mematangkan persiapan dan strategi pelaksanaan operasi kepolisian di bidang lalu lintas, Polresta Gorontalo Kota secara resmi menggelar Latihan Pra Operasional (Lat Pra Ops) bersandi “Ops Patuh Otanaha 2026”. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Kamis (04/06/2026), bertempat di Aula Sanika Satyawada Mapolresta Gorontalo Kota, Jl. P. Kalengkongan, Kec. Hulonthalangi.

 

Berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 09.55 WITA, Lat Pra Ops tahun ini mengusung tema sentral: “Melalui Pelatihan Pra Operasi Kita Tingkatkan Kemampuan dan Profesionalisme Polri Dalam Rangka Operasi Kepolisian Kewilayahan Patuh Otanaha 2026”.

 

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Gorontalo Kota, KOMBES POL. Suryono, S.H., S.I.K., M.H. (selaku Ka Ops Resta), dan dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) beserta personel yang terlibat sprint pelaksanaan Ops Patuh Otanaha 2026.

 

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan secara resmi, KOMBES POL. Suryono, S.H., S.I.K., M.H. memberikan sejumlah arahan dan penekanan strategis (Commander Wish) yang wajib dipedomani oleh seluruh personel yang bertugas di lapangan dimana dalam pelaksanaan Operasi ini menitikberatkan pada 20% tindakan preemtif, 30% preventif, dan 50% penegakan hukum (Gakkum). Pendekatan ini sejalan dengan semangat KUHP baru yang mengedepankan nilai Restoratif, kemudian Penyidik di lapangan dilarang langsung melakukan penahanan. Utamakan pemberian sanksi administrasi terlebih dahulu. Jika pelanggar tidak kooperatif, berlakukan denda. Penegakan hukum secara tegas dilakukan sebagai langkah terakhir jika teguran dan denda tidak diindahkan.

 

Tak hanya itu, Kapolresta secara tegas menyatakan tidak menginginkan anggota hanya berfokus pada penghabisan blangko tilang. Penindakan hukum difokuskan pada pelanggar yang berpotensi memicu konflik di lapangan, guna memastikan penertiban berjalan tepat sasaran.

Kapolresta menyampaikan kepada Personel untuk tidak ragu memberikan tilang langsung terhadap pelanggaran kasat mata yang membahayakan, seperti melawan arus, kendaraan tanpa kelengkapan standar, serta penggunaan knalpot brong.

Di ingatkan juga oleh Kombes Pol Suryono bahwa Keselamatan personel adalah prioritas utama. Perwira pengendali diminta mengawasi anggotanya dengan ketat untuk menghindari miskomunikasi atau gesekan fisik dengan masyarakat di lapangan.

 

Menutup arahannya, Kapolresta menyampaikan harapannya agar pelaksanaan Ops Patuh Otanaha 2026 dapat berjalan dengan aman dan lancar.

 

“Semoga operasi ini tidak hanya berjalan kondusif, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata dalam mendisiplinkan masyarakat agar lebih tertib dan bijak dalam berkendara di jalan raya,” tutup Kombes Pol. Suryono.