Polrestagorontalokota.com — Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan memperkuat sinergi antar-instansi, Puskesmas Kota Timur sukses menggelar kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor yang dirangkaikan dengan Pembinaan Tata Kelola Penyelenggaraan Unit Pelayanan Kesehatan Kelurahan (UPKK). Kegiatan ini berlangsung di Aula Puskesmas Kota Timur, Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, pada Kamis (24/9/2026) mulai pukul 10.45 WITA.
Acara strategis ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan tingkat kecamatan dan kota, di antaranya Perwakilan Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo Dr. Anwar Pasaribu, M.KM, Camat Kota Timur Frangki Dulialo, S.IP., M.Si, Wakapolsek Kota Timur Ipda Roswati M. Habibie, Kepala Puskesmas Kota Timur Fitriyani Yusuf, SKM., M.KM, Kepala KUA Kota Timur Samsul Bahri, S.Sos, serta seluruh Lurah se-Kecamatan Kota Timur dan para peserta lokakarya.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Puskesmas Kota Timur, dilanjutkan dengan doa, laporan panitia, serta serangkaian sambutan. Memasuki sesi inti, Kepala Puskesmas Kota Timur memaparkan kondisi kesehatan terkini di wilayahnya, yang kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi program Posyandu Prima dan sesi diskusi interaktif.
Fokus utama dari lokakarya ini adalah mempercepat penurunan angka stunting di Kecamatan Kota Timur. Penguatan kerja sama lintas sektor dinilai krusial untuk memastikan pendistribusian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) tepat sasaran di seluruh kelurahan. Para lurah dan unsur masyarakat didorong untuk aktif memberikan edukasi kesehatan, memantau kondisi warga secara langsung, dan memastikan angka stunting tidak kembali mengalami kenaikan di masa mendatang. Dengan tata kelola UPKK yang baik, Puskesmas dapat melakukan kontrol kesehatan warga secara lebih terukur dan responsif.
Selain isu stunting, lokakarya ini juga menyoroti pencegahan penyakit menular, khususnya HIV/AIDS. Wakapolsek Kota Timur, Roswati M. Habibie, menegaskan komitmen pihak kepolisian dalam mendukung upaya kesehatan masyarakat. Ia meminta pihak Puskesmas untuk segera melayangkan surat resmi sebagai dasar pelaksanaan operasi gabungan. Rencananya, Polsek Kota Timur akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan dan Puskesmas untuk merazia lokasi-lokasi yang diduga menjadi sarang prostitusi online maupun praktik seks bebas yang memicu lonjakan kasus HIV/AIDS di wilayah Kota Timur.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program kesehatan dari tingkat kota hingga kelurahan. Keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawal kesehatan lingkungannya diharapkan mampu mewujudkan Kecamatan Kota Timur yang lebih sehat dan teredukasi.

