Ops Zebra Otanaha 2025 Dimulai, Satlantas Polresta Gorontalo Kota Jaring 43 Kendaraan di Hari Pertama

Polrestagorontalokota.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Gorontalo Kota resmi memulai Operasi Kepolisian Zebra Otanaha 2025. Operasi ini akan berlangsung hingga tanggal 30 November 2025 mendatang.

Kasat Lantas Polresta Gorontalo Kota, AKP Mutiara Puspitasari Hartono, S.Tr.K, mengungkapkan bahwa pada hari pertama pelaksanaan operasi, sedikitnya sat lantas polresta gorontalo kota telah mengamankan 43 unit kendaraan.

“Hari ini kita sudah memulai Ops Zebra Otanaha 2025 agar masyarakat ketahui bersama kegiatan oprasi kali ini akan berlangsung sampai dengan tanggal 30 november 2025,” ujar AKP Mutiara.

AKP Mutiara menjelaskan, pelanggaran yang mendominasi pada hari pertama masih seputar kelengkapan dasar berkendara. “Untuk pelanggaran tetap didominasi tidak memakai helm, kemudian untuk surat-surat kelengkapannya juga masyarakat belum lengkap,” ungkapnya.

Fokus Pendekatan Humanis dan Preventif di Minggu Pertama

Kasat Lantas menegaskan, sesuai arahan, Ops Zebra Otanaha kali ini mengedepankan pendekatan humanis, pre-emtif, dan preventif, terutama pada satu minggu pertama pelaksanaan.

“Untuk awal ini kami tetap mengutamakan giat pre-emptive dengan preventive, yaitu sosialisasi kepada masyarakat selama satu minggu pertama. Kemudian untuk satu minggu berikutnya baru kami akan tingkatkan untuk tindakan represif,” jelas Mutiara.

Bentuk pendekatan humanis yang dilakukan, lanjutnya, adalah melalui sosialisasi masif. Pihaknya akan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menayangkan sosialisasi melalui videotron. Tujuannya agar masyarakat luas mengetahui jadwal dan sasaran operasi.

“Kami juga tidak serta-merta memberikan tilang. Kita lihat juga jenis pelanggarannya seperti apa. Kita utamakan untuk awal-awalnya adalah peneguran dulu,” tambahnya.

11 Sasaran Prioritas dan 6 Titik ‘Black Spot’

AKP Mutiara memaparkan bahwa terdapat 11 poin yang menjadi sasaran prioritas dalam operasi kali ini.

“Kami lebih mengutamakan terutama seperti berkendara menggunakan HP, kemudian kelengkapan dari kendaraan ataupun kelengkapan pribadi dalam berkendara juga menjadi fokus. Kemudian over dimensi ataupun overloading (ODOL),” rincinya.

Satlantas Polresta Gorontalo Kota juga telah mengidentifikasi 6 titik ‘black spot’ atau rawan kecelakaan di wilayah hukumnya. Namun, titik-titik ini akan diaudit kembali bersama Jasa Raharja untuk menentukan lokasi prioritas berdasarkan data kecelakaan tiga bulan terakhir.

Operasi ini melibatkan total 31 personel gabungan, yang tidak hanya terdiri dari unit lalu lintas, tetapi juga melibatkan Provos Polri, Polisi Milter (POM), Si Dokes dan Dishub Kota Gorontalo.

AKP Mutiara Puspitasari Hartono pun menutup dengan himbauan kepada masyarakat agar memanfaatkan momen operasi ini untuk meningkatkan kepatuhan.

“Kami meminta masyarakat lebih peduli lagi dengan kelengkapan pribadi (SIM) ataupun kelengkapan kendaraannya (STNK). Jangan lupa untuk kelengkapan kendaraan seperti spion, TNKB, dan helm, tolong untuk dipersiapkan,” tutupnya.