Kuatkan Karakter Siswa, Polsek Dungingi Berikan Pembekalan Bela Negara dan Anti-Bullying di SMK Gotong Royong

Polrestagorontalokota.com — Upaya pembentukan karakter, kedisiplinan, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda terus digalakkan. Personil Polsek Dungingi hadir langsung memberikan materi Bela Negara dan Pencegahan Perundungan (Bullying) kepada puluhan siswa di SMK Gotong Royong, Jalan Rambutan, Kelurahan Tomulabutao, Kecamatan Dungingi, Senin (10/8/2026).

Kegiatan edukatif yang dimulai pada pukul 10.00 WITA ini merupakan agenda rutin tahunan sekolah dalam rangka membina kepribadian serta membentuk moral siswa. Melalui pembekalan ini, para siswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademis dan keahlian, melainkan juga memiliki ketahanan moral serta jiwa gotong royong yang kuat.

Dua personil Polsek Dungingi bertindak sebagai pemateri utama, yakni Kanit Binmas Polsek Dungingi Aipda Ateng Hasan dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Tomulabutao Aipda Fandi Pakaya. Kedua pemateri membawakan wawasan kebangsaan, pentingnya kesadaran membela negara dalam kehidupan sehari-hari, hingga pencegahan aksi perundungan yang dapat merusak mental serta lingkungan belajar peserta didik.

Kepala SMK Gotong Royong, Ir. Kun Idrus, menyambut positif kolaborasi bersama kepolisian ini. Turut hadir mendampingi jalannya kegiatan, jajaran tenaga pendidik sekolah antara lain Ibu Hasan Lihawa, S.Pd, Bpk. Mohamad Yuswar, S.Pd, dan Ibu Fatmawati Dunda, S.P. Sebanyak 43 siswa SMK Pertanian antusias mengikuti jalannya pemaparan materi dari awal hingga akhir.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membentuk generasi vokasi yang berkarakter, inovatif, disiplin, dan tetap menjunjung tinggi pekerti serta budaya gotong royong,” ujar pihak sekolah di sela-sela kegiatan.

Rangkaian pembekalan karakter dan ketertiban ini dirancang berlangsung selama dua hari, terhitung mulai Senin, 10 Agustus 2026 hingga Selasa, 11 Agustus 2026.

Seluruh sesi pada hari pertama yang berakhir pada pukul 12.00 WITA tersebut berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Para siswa tampak aktif berinteraksi dan menyerap materi yang disampaikan sebagai bekal kehidupan bermasyarakat maupun lingkungan sekolah.