Polresta Gorontalo Kota Gelar Lat Pra Ops “Ketupat Otanaha 2026”, Mantapkan Kesiapan Pengamanan Idul Fitri 1447 H

Polrestagorontalokota.com – Guna menyamakan persepsi dan memantapkan kesiapan personel di lapangan, Polresta Gorontalo Kota menggelar Latihan Pra Operasional (Lat Pra Ops) Kepolisian Terpusat dengan sandi “Ketupat Otanaha 2026”.

 

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (10/03/2026) di Aula Sanika Satyawada Polresta Gorontalo Kota ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Gorontalo Kota, KOMBES POL Suryono, S.H., S.I.K., M.H., dan dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek, serta seluruh personel yang tersprin dalam operasi.

 

Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, Kapolresta Gorontalo Kota menekankan bahwa Lat Pra Ops adalah tahapan krusial untuk meningkatkan keterampilan personel agar benar-benar memahami tugas dan tanggung jawabnya.

 

Kapolresta memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran:

  • Tidak Meninggalkan Pos: Seluruh personel dilarang meninggalkan Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pos Pelayanan (Pos Yan). Kapospam diinstruksikan untuk mengatur sistem pembagian tugas jaga dengan baik.
  • Update Data Kerawanan: Kapospam wajib memperbarui data kerawanan di wilayah tugas masing-masing secara berkala.
  • Jaga Sikap Tampang: Kerapian pakaian dan sikap tampang personel harus diperhatikan dan dijaga selama operasi berlangsung.
  • Tingkatkan Kewaspadaan: Meski situasi Gorontalo relatif aman, seluruh personel di Pos Pam maupun Pos Yan harus tetap waspada terhadap keselamatan diri masing-masing.

 

Kabag Ops Polresta Gorontalo Kota, KOMPOL Ondang Zakaria, memaparkan bahwa Operasi Ketupat Otanaha 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, terhitung mulai Jumat, 13 Maret 2026.

 

Operasi tahun ini melibatkan total 337 personel gabungan, dengan rincian: Polri (160 personel), TNI (52 personel), dan Instansi Gabungan/Mitra Kamtibmas (125 personel). Seluruh personel akan diploting ke dalam 6 titik pos, yaitu:

  • Pos Pengamanan Simpang Lima (49 personel)
  • Pos Pengamanan Bundaran Saronde (47 personel)
  • Pos Pengamanan Agusalim (47 personel)
  • Pos Pelayanan Mall (44 personel)
  • Pos Terpadu Pelabuhan Pelindo (37 personel)
  • Pos Terpadu Terminal Dungingi (37 personel)

 

Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, Sat Reskrim Polresta Gorontalo Kota telah memetakan empat waktu rawan kejahatan selama bulan Maret, yakni pada pukul 00.00-04.00 WITA, 12.00-14.00 WITA, 15.00-17.00 WITA, dan 18.00-21.00 WITA.

 

Sejalan dengan hal tersebut, Kasat Intelkam menyoroti padatnya Kalender Kamtibmas di bulan Maret yang membutuhkan atensi pengamanan ekstra. Beberapa agenda utama meliputi tradisi Tumbilotohe (18-20 Maret), HUT Kota Gorontalo dan Hari Suci Nyepi (19 Maret), perayaan Idul Fitri (21-22 Maret), hingga Lebaran Ketupat (28 Maret).

 

Fokus pengamanan ekstra akan diarahkan pada pusat keramaian masyarakat seperti Pasar Rakyat Ramadhan, perayaan Lebaran Ketupat, dan titik kumpul tradisi Tumbilotohe (Kelurahan Ipilo, Bundaran Saronde, dan Lapangan Taruna Remaja).

 

Keberhasilan Operasi Ketupat Otanaha 2026 juga didukung oleh kesiapan fungsi kepolisian lainnya seperti, Sat Lantas: Akan difokuskan mengisi Pos Yan City Mall, Pos Pam Bundaran Saronde, dan Pos Pam Agusalim, dengan tetap standby untuk mem-backup Pos Dungingi dan Pelabuhan jika dibutuhkan, Si Propam: Mengingatkan personel untuk bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), menindaklanjuti atensi pimpinan, dan menghindari pelanggaran sekecil apa pun, Si Dokkes: Memberikan edukasi penanganan pertama pada kecelakaan ringan bagi personel yang bertugas di lapangan.

 

Sebagai penutup dan kesimpulan Lat Pra Ops, terdapat tiga atensi utama yang harus segera ditindaklanjuti oleh personel di lapangan yaitu, Memberikan atensi khusus terhadap praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum juru parkir, Mengedepankan koreksi diri terkait kedisiplinan dan kerapian sebelum mendapat teguran dari pimpinan, Melaksanakan tugas pengamanan selama 13 hari ke depan secara profesional, humanis, dan sesuai dengan SOP yang berlaku.