Polrestagorontalokota.com — Jajaran Satuan Lalulintas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Gorontalo Kota intensif melaksanakan penertiban terhadap kendaraan umum tradisional, khususnya becak motor (bentor), yang beroperasi melebihi batas kapasitas muatan demi keselamatan berlalu lintas di jalan raya.
Langkah tegas ini diambil menyusul maraknya temuan pengemudi bentor yang mengangkut penumpang dalam jumlah berlebihan, yang tidak hanya membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang itu sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya. Dalam giat patroli yang dilakukan pada pekan ini, petugas mendapati sejumlah bentor membawa penumpang melebihi kapasitas standar pabrikan maupun aturan keselamatan lokal.
Kapolresta Gorontalo Kota Kombes Pol. Muhammad Junaeddy Johnny, S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas Polresta Gorontalo Kota AKP Nurmaya Kasim, S.H., M.H., menegaskan bahwa peneguran ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polresta Gorontalo Kota.
“Keselamatan berlalu lintas adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Kami tidak melarang mencari rezeki, tetapi aturan keselamatan harus diutamakan. Bentor itu didesain untuk kapasitas tertentu, bukan untuk mengangkut penumpang berdesak-desakan hingga membahayakan kestabilan kendaraan,” ungkap AKP Nurmaya.
Lebih lanjut, AKP Nurmaya Kasim, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pelanggaran kapasitas muatan pada bentor sangat berisiko memicu kecelakaan fatal, terutama saat melakukan pengereman mendadak atau melintasi tikungan tajam. Pihaknya mengimbau para pengemudi agar lebih bijak dan memiliki kesadaran hukum yang tinggi.
“Kami sudah memberikan teguran humanis dan edukasi kepada para pengemudi yang melanggar. Jika ke depan masih ditemukan pelanggaran serupa yang berulang dan berpotensi menimbulkan kecelakaan, tentu kami akan mengambil tindakan sanksi tilang yang lebih tegas sesuai dengan undang-undang lalu lintas yang berlaku,”. Tegas AKP Nurmaya.
Dalam penertiban tersebut, petugas kepolisian tidak hanya memberikan teguran lisan, tetapi juga menurunkan sebagian penumpang secara baik-baik dan mengarahkan mereka untuk menggunakan transportasi yang lain.
Polresta Gorontalo Kota berharap para pengemudi bentor serta masyarakat pengguna jasa angkutan umum dapat bekerja sama dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas yang aman dan nyaman di Kota Gorontalo.

